Rangkuman BAB IV Operasi Dasar Pada Citra Digital
Secara umum jenis operasi yang diterapkan yaitu untuk mengubah input a[m, n] menjadi output b[m, n] atau representasi lain, diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama yaitu:
1. Operasi titik, di mana output pada kordinat tertentu tergantung pada nilai input pada kordinat yang sama. Sebagai contoh yaitu operasi aritmatika dan operasi logika.
2. Operasi lokal, di mana output pada kordinat tertentu tergantung nilai pada kordinat tersebut dan tetangganya. Sebagai contoh yaitu operasi konvolusi, morfologi.
3. Operasi global, di mana output pada kordinat tertentu tergantung pada semua nilai dalam citra yang dinputkan.
Untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dibawah ini
1. Operasi Aritmatika
A.Penambahan
Jika nilai piksel pada suatu citra ditambahkan, maka sebetulnya efek yang terjadi adalah citra tersebut akan bertambah grayscale-nya sehingga tampak lebih terang. Untuk citra berwarna, penambahan nilai piksel berarti penambahan derajat untuk masing-masing komponen citra (misal R, G, dan B). Berikut ini contohnya
Namun perlu diingat bahwa nilai maksimal piksel dari sebuah citra adalah 255 sehingga apabila hasil penambahan tersebut melebihi 255 maka diset menjadi 255.
B. Pengurangan
Jika nilai pixel pada suatu citra dikurangi, maka sebetulnya efek yang terjadi adalah citra tersebut akan berkurang grayscale-nya sehingga tampak lebih gelap. Berikut ini ilustrasinya
Perlu diingat bahwa nilai minimum piksel dari sebuah citra adalah 0 sehingga apabila hasil pengurangan tersebut lebih kecil dari 0, maka diset menjadi 0.
Untuk citra berwarna, maka pengurangan dilakukan pada kanal yang bersesuaian. Hasil dari operasi pengurangan pada citra berwarna diilustrasikan pada gambar berikut ini
C. MAX
Operasi max adalah mencari nilai maksimum dari dua buah piksel dari citra yang berbeda. Jadi nilai pixel yang akan menjadi nilai citra output-nya adalah nilai yang lebih besar. Berikut ini, contoh hasilnya
D. MIN
Operasi minn adalah lawan dari operasi max yaitu mencari nilai minimum dari dua buah piksel dari citra yang berbeda. Jadi nilai piksel yang akan menjadi nilai citra outputnya adalah nilai yang lebih kecil.
E. Inverse Citra
Operasi inverse citra sering digunakan pada saat membuat klise pada pemotretan. Outputnya didapatkan dengan persamaan berikut ini f(u)=255-u
Untuk memudahkan pemahaman tentang operasi aritmatika, di bawah ini adalah contoh kode operasi aritmatika yang digunakan pada MATLAB.
Operasi aritmatika MAX dan MIN membutuhkan dua input citra dengan ukuran resolusi yang sama, sehingga pada kode tersebut terdapat fungsi imcrop untuk memotong citra input berdasarkan kordinat yang diberikan.
2. Operasi Logika
Operasi logika sering kali digunakan pada citra biner yang nilainya hany memiliki alternatif o atau 1. Operasi ini bekerja sesuai dengan prinsip operator logika untuk nilai boolean (true atau false). Nilai 1 itu bernilai true sedangkan nilai o itu berarti false. Prinsip kerjanya juga bisa dipandang seperti operasi pada himpunan.
A. NOT
Operator NOT akan menegasikan nilai 1 menjadi o dan o menjadi 1. Pada teori himpunan operasi ini adalah operasi kompelemen.
B. AND
Operator AND akan menghasilkan true (1) jika kedua pixel yang dioperasikan bernilai true (1). Kalau pada teori himpunan, operator ini adalah operator irisan (n).
C. OR
Operator OR akan menghasilkan true (1) jika minimal salah satu piksel yang dioperasikan bernilai true (1). Kalau pada teori himpunan, operator ini adalah operator gabungan (U).
D. XOR (Exclusive OR)
Agar hasil operasi XOR menghasilkan nilai true (1), maka harus salah satu piksel yang bernilai true (1).
Ilustrasi secara lengkap dari operasi logika pada citra dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Didalam MATLAB terdapat fungsi untuk melakukan operasi logika, yakni NOT, AND, OR dan XOR. Berkut ini adalah contoh untuk melakukan operasi logika pada MATLAB.
Perlu diingat dalam melakukan operasi logika, sama halnya seperti operasi MAX dan MIN yaitu matrik citra pertama dan citra kedua harus memiliki besar resolusi yang sama.